Showing posts with label ahok. Show all posts
Showing posts with label ahok. Show all posts

Ima Mahdiah Rajin Sosialisasi Aplikasi Jangkau Milik Ahok

Mantan Staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat ini juga Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah mengatakan pentingnya mempromosikan aplikasi jangkau milik mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Hal itu, lanjutnya, dilakukannya setiap turun ke masyarakat. 

Dengan demikian, menurutnya, masyarakat bisa melaporkan kebutuhannya dengan cara mudah lewat aplikasi tersebut. 
"Kebetulan saya sambil menyosialisasikan aplikasi Jangkau-nya Pak Ahok. Pak Ahok tuh pingin kita PDI Perjuangan dia kan kader untuk memakai Jangkau ini untuk mengidentifikasi warga-warga mana saja yang butuh bantuan dan apa yang bisa kita bantu," ujar Ima saat ditemui di ruangannya di lantai 4, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (9/9), dilansir dari megapolitan.kompas.com. 
Salah satu contoh yang menurut Ima bisa segera dibantu melalui aplikasi jangkau adalah bagi warga yang membutuhkan bantuan seperti kursi roda dan tongkat. 
Sebelum permintaan diberikan, maka Tim Jangkau akan turun ke lapangan untuk mengecek apakah warga yang mengajukan tersebut layak untuk menerima bantuan atau tidak. 
"Kemarin saya sosialisasi ke daerah Taman Sari tepatnya di Krukut saya sosialisasikan juga ke warga ketemu RT kasih tahu kalau ada warganya yang butuh kursi roda, butuh tongkat bisa download aplikasi Jangkau gampang kok kayak main Gojek, aplikasi Gojek tinggal foto upload nanti dari tim kita akan survei ini layak atau tidak," jelasnya. 
Biaya untuk kebutuhan bagi warga ini bisa berasal dari dana CSR (corporate social responsibility) maupun dana pribadi dari anggota DPRD fraksi PDI Perjuangan. Terkadang dana atau bantuan juga berasal dari para penyumbang secara pribadi. 
"Fungsi dari ini adalah jangan sampai anggota ada yang enggak tahu kalau warga kita ada yang kesusahan itu saja. Kemarin saya mulai sosialisasi itu rencananya setiap seminggu 2 kali saya turun," tutur Ima. 
Diketahui, aplikasi Jangkau diciptakan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Aplikasi ini ditujukan untuk mempertemukan masyarakat yang ingin memberi bantuan dan membutuhkan bantuan. 
Ahok menyebutkan bahwa konsep aplikasi ini seperti e-commerce yang mempertemukan penjual dan pembeli. Bedanya, yang ditawarkan dalam aplikasi ini adalah bantuan yang dikhususkan untuk manula, anak-anak, dan penyandang disabilitas

Jiwa Ahok Dalam Politik Indonesia Dipertanyakan

Hasil gambar untuk ahok marah
Jakarta, Gesuri.id - Politisi PDI Perjuangan yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan rekam jejaknya sebagai bekas terpidana kasus penistaan agama membuat peluangnya untuk menjadi menteri tertutup.
"Saya tidak mungkin jadi menteri, saya bilang, saya kan sekarang sudah cacat di republik ini, sudah tidak dikehendaki saya di posisi ini, tadi saya katakan, bagi orang banyak saya dianggap penista agama," kata Ahok dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (22/7). 
Pernyataan itu disampaikan Ahok di acara Roosseno Award IX-2019 di Roosseno Plaza, Jakarta Selatan.
Ahok dijatuhi hukuman dua tahun penjara dalam kasus penistaan agama pada tahun 2017. Dia mengutip surat Al Maida 52 saat berbicara di Kepulauan Seribu. Ketika itu Ahok berbicara dalam kapasitasnya sebagai gubernur dan akan mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta di Pilgub 2017.
Menurut Ahok, pernyataan itu bukanlah sikap pesimistis untuk menjadi menteri.
"Saya mesti tahu kondisi dan fakta, jadi ya sudahlah, saya juga tidak mau ada yang merasa ambil posisi dia, yang penting saya bisa bantu rakyat," katanya.
"Saya ingin jadi host saja, yang penting host saya enggak ditahan-tahan, jadi host, ya ngelawak lah, aku nyanyi lumayan kok sekarang," katanya.
Selain itu, Ahok mengaku sedang membangun sebuah aplikasi untuk publik. Aplikasi itu rencananya akan dirilis pada 1 Agustus.
Aplikasi itu, kata Ahok, bertujuan untuk kepentingan sosial.
"Jadi yang mau bantu sama yang mau terima sumbangan ketemu. Saya jadi tengah jadi verifikatornya," katanya.
Aplikasi itu memungkinkan orang untuk membantu orang yang kekurangan secara ekonomi. 
"Kalau selama ini banyak orang ingin bantu orang miskin tapi dia bingung siapa yang dia bantu," katanya.